Kenali Perbedaan Antara Asam Tranexamat dan Buvanest Spinal

Belum lama, kita belajar mengenal apa itu buvanest spinal, khususnya jadi bahan perbincangan diantara mahsiswa bidang farmasi atau kedokteran sekalipun. Dahulu dosen kami mengatakan bahwa kasus kandungan dan injeksi buvanest spinal ini cukup membingungkan, sebab Buvanest spinal ini sudah tersebar di pelosok nusantara bahkan di daerah terpencil. Kita mengetahui bahwasanya obat Buvanest Spinaldan asam trenexenamat yang seharusnya mengandung bupivance menyebkan penghambatan pendarahan, tujuannya untuk anastesia yang diberikan secara injeksi.

Yap, tulisan ini dibuat untuk menguak bahwa obat ini bukan hanya “bagaimana obat ini bekerja. Melainkan, hadirnya obat ini tujuannya untuk apa??”

Indahnya setiap akan melakukan tindakan operasi, diperlukan adanya anestesi alias pembiusan sebagai langkah awal yang wajib dilakukan sebelum seseorang menjalani prosedur pembedahan. Sayangnya sering kali pasien terlalu fokus pada bagaimana prosedur pembedahannya sehingga mungkin kurang memperhatikan “proses” anastesi yang dilakukan. Untuk yang kuliah di dunia medis, pasti juga sering lupa akan hal itu kok.

Dalam ilmu kedokteran anastesi atau pembiusan ialah spesialisasi yang berdiri sendiri danjelas membutuhkan keahlian. Oleh karena itu, fungsi buvanest spinal dan Asam Tranexamat harus diketahui terlebih dahulu.

Alangkah baiknya sebelum masuk penjelasan lebih rinci tentang buvanest spinal, mulanya kita berkenalan dulu dengan dunia anastesi atau dikenal dengan pembiusan. Perlu diketahui bahwa proses pembiusan dilakukan dengan banyak jenis obat, ada yang proses atau efeknya jangka panjang ada juga yang pendek. Akan tetapi, kesamaan dari semuanya adalah untuk mengurangi rasa nyeri, khususnya saat dilakukan operasi termasuk juga CT scan dan MRI.

Terdapat 3 kategori anastesi yang umum kita kenal, yakni;

• Anastesi Regional, jenis pembiusan ini diperuntukan pada bagian tertentu saja sehingga pasien masih memiliki kesadaran.

• Anastesi Lokal, Jenis pembiusan obat buvanest spinal yang terakhir ini dilakukan pada sebagian kecil daerah tubuh.

• Anastesi Total, sesuai namanya ini berarti membuat pasien pingsan total alias hilang kesadaran menyeluruh.

Ketiga kategori anastesi diatas, buvanest spinal termasuk pada anastesi regional dan lokal, yang berfungsi untuk mengurangi transfer signal pada sistem saraf sehingga hilangnya rasa nyeri, suhu, sentuhan, termasuk tekanan dalam.

Buvanest spinal merupakan sutau tindakan anastesi yang dilakukan pada bagian spinal dengan obat yang dikenal populer sebagai buvanest. Spinal atau epidural sama-sama pembiusan yang bertujuan memblok saraf tulang belakang. Karenanya keduanya dimasukkan melalui ruas tulang belakang dengan posisi pasien membungkuk dan memeluk lutut.

Pada tahapan anastesi dan prosesnya, buvanest spinal menjalani beberapa hal berikut ini;

Obat anestesi semacam Buvanest Spinal memang bertujuan memblok saraf bagian tubuh bawah, biasanya pasien akan merasakan kaki seperti terasa kesemutan hingga akhirnya tidak terasa sama sekali dan tekanan darah turun. “Hilangnya rasa akibat pembiusan ini biasanya berlangsung selama 4 sampai 5 jam”.



Setidaknya ada sedikit kesamaan antara Asam Tranexamat dan Buvanest spinal yakni, keduanya sama-sama merupakan obat injeksi dengan kemasan berupa ampul atau vial. Buvanest merupakan injeksi anestesi yang mengandung Bupivacaine 5 mg/mL, sedangkan untuk Asam Tranexamat merupakan obat untuk mengatasi pendarahan.

Yap, apabila terjadi kesalahan dalam penggunaan pada obat kimia ini (buvanest spinal danAsam Tranexamat) maka, bila diberikan obat apapun, bukan hanya pengentalan darah , akan tetapi masalah bila diberikan ke dalam sistem saraf pusat.

Okeh, selanjutnya sikap yang bijak dan teliti dalam penggunaan injeksi tentu membuat kita semakin dewasa dalam menyikapi penggunaan bahan tersebut.

Write a comment

Comments: 0